Posted by: AMANDA on: December 28, 2009
Pada saat aku SMA terus terang aku adalah serang bintang kelas. Aku murid paling terkenal di sekolah. Tidak ada yang mengenalku di sekolah. Mulai dari kelas 1 sampai enam, mulai dari pesuruh sampai kepala sekolah, semua tahu namaku. Mau tahu sebabnya?
Karena aku selalu menjadi juara kelas,nilai raportku selalu yang terbaik. Selain itu semua kegiatan sekolah selau aku ikuti mulai dari kegiatan nin akademik hingga non akademik. Tidak hanya sekedar ikut-ikutan,karena di semua kegiatan aku selalu mencetak prestasi yang membuat orang berdercak kagum.
Satu lagi kelebihan yamg kumiliki,yakni kepandaian berdiplomasi dan bersilat lidah. Kemampuanku merangkai kata-kata mampu menyihir perhatian teman-teman. Mereka selalu menganggapku memiliki otak yang cemerlang,karena aku selalu sanggup mengerjakan soal apa saja dengan hasil yang memuaskan.
Padahal kenyataannya tidak!
Aku tetap anak-anak yang memiliki batas kemampuan. Hanya saja aku menutupinya dengan mengatakan,aku bisa mengerjakan segalanya. Sebagaimana yang terjadi pada siang hari itu.
Tya, temanku sekelas, mengajakku mengisi sebuah acara pentas seni di sekolah. Dia dan teman-teman lain ingin menunjukkan kebolehan menampilkan tari saman bersama, sebagai pembuka acara.
“ Sebenarnya sudah ada 6 anak yang mendukung tari saman itu, din. Tapi jika kamu mau ikut, tariannya akan semakin seru karena penarinya semakin banyak. Kamu bisa tari saman ‘kan?” Tanya tya setelah memberi penjelasan.
“ Saman? Ah itu mudah. Masa anak aceh tidak bisa membawakan tari tradisional daerahnya sendiri?” ujarku berbohong.
Karena kenyataannya aku sama sekali tidak menguasai. Jangankan menari tradisional yang mengikuti aturan dan gerak yang serba diatur. Berjoget di atas pentas pun aku belum pernah.
“ Syukurlah kalau begitu. Tapi, kamu mau ‘kan mendukung acara ini?” Tya kembali melempar pertanyaan.
“Tentu saja. Aku ‘kan juga akan mengharumkan nama kelas kita. Kapan acara itu akan di gelar?”
“ Masih lama,sekitar tiga bulan lagi.”
“Kalau begitu,aku bisa berlatih bersama sekitar satu bulan lagi. Karena, dalam bulan ini kesibukkanku sangat padat.”
Untuk kesekian kalinya aku berbohong.” Tapi, kamu dan teman-teman tidak perlu khawatir. Menari saman, bagiku sudah mendarah daging. Dulu sebelum pindah ke sekolah ini aku sering menjuarai tari rwmaja salah satunya tari saman. Jadi meskipun terlambat bergabung aku pasti akan bisa cepat menyesuaikan gerakan-gerakan tarian dengan teman-teman,” kataku panjang-lebar, berusaha meyakinkan teman-teman.
Pulang sekolah aku langsung meminta mama untuk mencarikan guru tari. Tentu saja yang bisa tari saman. Mama tidak keberatan dengan permintaanku. Esoknya guru tari yang aku inginnkan itu dating. Akupun dengan tekun belajar, menyimak setiap gerakan yang dicontohkan.
Namun, tidak kusangka,menari tidak semudah yang kubayangkan. Sampai beberapa kali latihan, gerakanku masih saja kaku dan sering kali membuat kesalahan. Untungnya guru Tariku sabar. Aku hanya diingatkan, tiidak pernah dimarahi.
“ Kalau belajar sendiri memang agak sulit, din. Bagaimana jika belajar sama anak-anak lain yang bisa tari saman?” saran guru Tariku.
Karena ingin dapat secepatnya menguasai tari saman, tawaran itupun aku terima. Aku menyanggupi untuk belajar bersama anak-anak lain di rumah guru Tariku itu.
“Jika bersedia, besok sore datanglah ke rumah,” kata guru Tariku sambil memberi alamat rumahnya.
Esok harinya, aku dating ke rumah guru itu. Rupanya, kedatanganku terlambat. Karena Dario halaman rumah, pendengaranku menangkap suara nyanyian aceh mengalun dari sang penyanyi. Aku mengetuk pintu. Tidak lama kemudian,pintu dibuka dari dalam.
Tapi betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa yang membukakan pintu itu adalah Tya. Tak lama teman-teman sekelas yang lain menyusul dating. Tidak kusangka teman-teman yang dikatakan guru Tariku itu tak lain adalah teman-teman sekelasku sendiri!
Wajahku pucat pasi. Rasa malu tidak bisa kututupi. Tubuhku gemetar saat memasuki rumah. Aku tidak tahu alasan apalagi yang akan kuberikan pada mereka. Aku benar-benar kehilangan jurus untuk bersilat lidah!
Posted by: AMANDA on: December 22, 2009
Pagi ini semua terasa kacau. Aku terlambat bangun padahal hari ini adalah hari pertama OSPEK di kampus . Pada saat masa orientasi SMA aku juga terlambat sehingga dijadikan objek kejahilan kakak kelas. Aku tidak mau kejadian itu terulang lagi.
Kulirik jam tanganku. Ya tuhan kurang lima menit lagi. Maaf ma kali ini aku harus ngebut,batinku. Spedometer mobilku menunjukkan angka 180.
Walau secepat apapun aku mengendarai mobil memeng waktu sudah tidak dapat diburu lagi. Aku pasrah !
“Kamu cepat sana!” seru satpam galak.
Di lapangan basket ada lima anak yang sedang dimarahi kakak kelas. Mereka sama denganku mengawali pagi dengan keterlambatan.
“ Kamu siapa?” Tanya cowok yang paling tinggi.
“ Shilla,” jawabku singkat.
“ Kenapa terlambat?”tanyanya lagi.
“ Bangunnya kesiangan kak.” Entah mengapa aku begitu malas menjawab pertanyaan darinya jadi kujawab saja semua pertanyaannya dengan singkat. Hemat tenaga jaga-jaga jika sehabis ini mau dihukum.
“ Ya sudah sekarang lari kelilingi lapangan ini dua kali.” Tuh kan benar saja dugaanku.
Sesuai berlari mengelilingi lapangan kami diperbolehkan istirahat. Diam-diam aku pergi menuju kantin. Cacing-cacing diperutku sudah mulai bersuara. Untung saja aku sudah mengetahui letak kantin. Sesampai disana aku memesan satu mangkuk bubur ayam dan secangkir teh hangat. Hem…
nikmat.
Lagi asyik-asyiknya menyantap bubur ayam tiba-tiba aku dikagetkan oleh seorang cowok yang tak kukenal.
“ Kamu berani banget sih nggak takut ketahuan?” katanya.
“ Kamu siapa?” aku balik tanya dengan mulut penuh makanan.
“ Aku dias kamu nggak inget sama aku?” aku memperhatikan cowok itu. Kuputar otakku lalu menggeleng.
“ aku tadi pagi juga sama seperti kamu di hukum lari keliling lapangan.”
Aku ber’oo’ria. Lalu cowok itu eh dias deh memesan makanan.
“ shill nunduk !” kata dias tiba-tiba. Tangannya dengan sengaja memegang kepalaku lalu mengarahkannya ke bawah meja.
“ Apaan sih sakit tau !” protesku sambil mengelus-elus kepala.
“ Sorry…sakit ya? Habis tadi aku lihat ada rio sih. Kamu mau kita lari lagi.”
“ Kamu kenapa sih takut banget sama cowok padahal situ kan cowok?”
“ Bukannya gitu maksudnya aku Cuma nggak mau ngasih kesempatan mereka untuk pamer kekuasaan . mentang-mentang kakak kelas kita salah sedikit saja dihukum.”
“ Cabut yuk udah kenyang nih!” ajakku.
Hari ini tidak seburuk yang kubayangkan setidaknya aku bertemu dengan dias. Tuh cowok nyambung banget kalau diajak ngobrol. Emang sih nggak ganteng-ganteng amat tapi penampilannya bias dibilang keren nggak cupu.
HPku bergetar. Di layarku tertera 1 message received.
Shilla, berani nggak telat lagi! Dias. Hah dias? Dari mana tau nomer hpku? Ada deh wnt to know aja gimana berani nggak ngelakuin tantanganku.
Emang mau di kasih apa?
Kalau berani aku cium.
Idih….nggak mau ah aku sudah dilamar sama Leonardo…hihi
Tuh cowok sudah gila kali…
Awas kamu ya…
Ini serius nih kalau kamu berani aku traktir makan deh terserah kamu mau dimana tempatnya.
Siapa takut.
Malam ini sengaja jam wekerku kumatikan.
Dan sukses aku bangun kesiangan. Aku merasa aneh mengapa aku mau melakukan ini? Masa Cuma karena tergiur oleh traktiran padahal mbok inem masak yang enak-enak deh dan sekarang imbalannya aku dihukum lagi….
Bersambung…..
Apa yang terjadi selanjutnya oleh shilla?apakah dias menepati janjinya? Tunggu saja ya teman-teman the next storynya…
Posted by: AMANDA on: October 5, 2009

Hai teman apa kabar? Saya Amanda, setelah sekian lama saya tidak update, maka saya menebus penantian teman –teman dengan memberikan sebuah artikel mengenai kebiasaan belanja mahasiswa yang kadang berlebihan. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman dan dengan melihat di lingkungan sekitar. Semoga dengan artikel ini kita dapat memetik manfaat dan menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan uang. Read the rest of this entry »
Posted by: AMANDA on: October 5, 2009
Bunda…..
Andai saja kau tahu
Betapa aku merindu
Akan kasih sayangmu
Di setiap hembus nafasku
Aku akan selalu mengingatmu
Bunda…..
Andai saja kau tahu
Betapa aku merindu
Akan pelukan hangatmu
Di setiap waktu
Dalam tidur lelapku
Bunda……
Andai saja kau tahu
Betapa bangganya hatiku
Atas perjuanganmu
Dalam membesarkanku
Bunda……
Kasih sayangmu
Akan selalu menemaniku
Disepanjang waktu
Hingga tutup usiaku
Posted by: AMANDA on: October 5, 2009
Ketika kau datang dalam hidupku
Ku menyambut dengan senyuman
Ketika kau pergi meninggalkan diriku
Ku menyambut dengan tangisan
Apakah ini cinta?
Cinta yang hanya sesaat
Kau tunjukkan kelebihanmu di depanku
Lalu kumulai mendekat
Dan jadi wanita yang mudah terpikat
Oleh kebahagiaan yang hanya sesaat
Aku mulai menyadari
Bahwa mencintai hanya bisa menyakiti
Namun aku ingin merasakan cinta yang tulus
Dari yang terkasih…
VN:F [1.6.8_931]
Posted by: AMANDA on: September 22, 2009
Dalam kegiatan membaca kita banyak mendapatkan banyak informasi.salah satu jenis bacaan yang dapat dibaca adalah majalah remaja ataupun majalah anak-anak. Dalam suatu majalah banyak sekali rubrik yang menarik untuk dibaca. Dalam KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia), rubrik adalah karangan yang bertopik tertentu dalm surat kabar,majalah,dan sebagainya.
Misalnya dalam suatu majalah remaja terdapat rubrik puisi,cerita pendek,rubrik kesehatan,rubrik zodiak,rubrik iptek,ataupun rubrik musik. Bacaan berbentuk rubrik sangat membantu kita yang memiliki hobi tertentu. Jika anda yang memiliki hobi bermain musik akan terbantu dengan kehadiran rubrik musik. Setelah membaca rubrik dan memahami isinya,kita dapat memberikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan. Kita dapat menggunakan kata tanya(apa,siapa,dimana,bagaimana,mengapa, dan kapan).tentunya pertanyaan yang kita buat harus sesuai dengan isi rubrik.
Posted by: AMANDA on: September 10, 2009
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!